Mengobati Luka di Hati..


Kak Tedjo yang terhormat, blog anda menarik sekali. Memang saya rasa kadang kadang perlu juga ada orang orang yang menjadi pemerhati hal hal urban seperti ini. Hehehe, jika boleh saya ingin bertanya: bagaimana sih caranya

menyembuhkan luka di hati? Karena sudah sekitar 1 taun ini saya tidak bisa melupakan orang yang telah membuat hati saya terluka itu


Cepi, 28

Kak Tedjo Menjawab:
Ah adik Cepi yang terhormat, umur kamu 28??!! Kalau begitu Dik Tedjo yang seharusnya memanggil kamu "Kakak Ketiga!!" Tapi sudahlah, kita kembali ke pertanyaan kamu.


Membicarakan cinta memang tidak pernah ada habisnya. Luka di kulit ada obat merah atau bisa di treatmen dengan cara tradisional seperti diolesi sari pepaya misalnya, tapi luka di hati? Itu sedikit rumit, seperti layaknya jamur di selangkangan, luka seperti ini walaupun tidak kelihatan tapi keberadaannya tidak bisa diabaikan.

Namun adik bisa tenang karena ada Kak Tedjo yang niscaya bisa berbagi jalan keluar dengan adik.

- Cara pertama carilah olahraga atau kegiatan yang memacu adrenalin seperti mencabuti bulu hidung misalnya, adik pasti menangis tapi bukan karena cinta, lebih karena penderitaan fisik sesaat yang repetitif. Dan adik tidak perlu kuatir jika bulu di hidung sudah habis, karena adik bisa mencabuti bulu ketiak, dst.

- Cara kedua tentu saja adik bisa nonton film film action yang sama sekali tidak bermuatan romantis. Hindari film film romantis a la Meg Ryan atau Freddie Prince, sebaliknya coba nonton film filmnya Cindy Rotchrock, Advent Bangun, maupun Cok Simbara. Mungkin paling bagus adalah nonton acara semacam flora dan fauna yang tidak ada manusianya sama sekali, niscaya rasa sayang adik lambat laun akan berpindah dari orang yang melukai hati adik, ke mahluk lain sepertti tapir atau siamang.

- Cobalah lebih perluas pergaulan, cari teman teman baru. Apalagi sekarang sudah banyak media yang bisa digunakan seperti chatting lewat internet, atau partyline 24 jam bebas parkir.

Hindari:

- membaca self help book, karena jikalaupun adik berhasil keluar dari masalah kecanduan si doi, adik akan mendapati masalah baru, yaitu kecanduan self help book, dan adik harus mengatasi masalah tersebut lagi lagi dengan cara

mencari self help book, yang khusus membahas cara mengatasi masalah kecanduan self help book. Berbelilt belit ya lawakannya, malah jadi tidak lucu. Tapi yang penting adik mengerti kan? He? Ngerti ora son’?

- menelepon si doi untuk menanyakan apakah adik masih bisa menerima cintanya, karena hal ini bisa bisa membuat adik semakin terpuruk. Baik masalah percintaan maupun masalah keuangan. Adik terkena kutukan sekali tepuk dua lalat, dan buntut buntutnya mencari pelarian seperti dalam peribahasa: tiada rotan raam pun jabi..

- curhat pada teman wanita secara berlebihan (eg, setiap hari berkeluh kesah), karena solusi ini hanya akan membuat masalah baru yang namanya rebound syndrome. Adik akan kecanduan curhat dan naksir si wanita curhatan baru ini, ataupun sebaliknya. Ini masalah klise yang akan membuat adik semakin terpuruk dan akhirnya dipandang sebagai pejantan tanggung oleh lingkungan adik. Yaitu; emang sih jantan, tapi sayangnya nanggung.

Nah demikianlah pesan dari Kakak, semoga di kemudian hari ada gunanya bagi adik maupun teman teman adik yang mengalami masalah yang sama. Akhir kata kakak ucapkan semoga sukses menghadapi masalah ini dan jangan malu malu menanyakan hal lain pada Kakak…


No comments: