Kenapa Ada Istilah 'lelaki buaya darat' ?

Dear kak Tedjo, saya ingin menanyakan mengapa seorang laki laki player bisa bisanya disebut sebagai lelaki buaya darat? Darimanakah asal istilah tersebut? Apakah ada hubungannya dengan wanita kutilang darat?

Risya, 24

Dear Risya, memang kita semua tahu bahwa ironisnya, buaya merupakan binatang yang menganut paham monogami. Lalu darimanakah gagasan akan istilah buaya darat tersebut berasal? Tentu saja semua hal punya sejarah, pun juga hal ini. Pada tahun 1971, di sebuah daerah yang bernama Soronganyit yang terletak di sekitar Jember ( belok kiri dikit ) tersebutlah sebuah tambak buaya, dan buaya buaya tersebut sudah mempunyai jadwal aktivitas yang rutin, kapan harus di darat dan kapan harus di air. Nah pada suatu hari pemilik tambak kehilangan satu ekor buaya jantan, istilahnya; sudah dua hari ngga ngair. Tentu saja satu desa gempar dan semua penduduk akhirnya ketakutan, ada yang mengurung diri di rumah, ada yang ke dukun, ada yang jadi ikan pari, pokoknya macam macam.

Pada bulan ketiga setelah kegemparan terjadi, akhirnya buaya tersebut ditemukan di salah satu desa tetangga, yang lingkungannya cukup tandus kering kekurangan air. Tetapi anehnya buaya tersebut bisa bertahan hidup tanpa air selama tiga bulan, hanya dengan cara mandi kucing dengan buaya betina yang entah datang darimana, yang tentu saja bukan pasangannya yang sah. Lebih parahnya lagi, betina yang baru ini ternyata seumuran dengan anaknya sendiri, dasar buaya. Maka sejak itu melalui word of mouth, dimulai dari desa Soronganyit, jika sekiranya ada lelaki yang punya affair dengan perempuan yang bukan pasangannya, maka dia disebut ‘ lelaki buaya darat.’

Dik Risya, istilah lelaki buaya darat tidak ada hubungannya dengan istilah wanita kutilang darat yang merupakan singkatan dari: wanita kurus tinggi langsing dada rata. Nah jadi, jika dik Risya adalah termasuk dalam golongan wanita kutilang darat, maka satu satunya jalan tengah untuk mengatasi problem ini adalah kita berdua harus kopi darat karena kakak Tedjo sendiri masuk dalam kategori lelaki Terumbu Karang: lelaki tegap harum bugar, kekar dan penyayang. (copyright untuk istilah terakhir ini benar benar milik Kak Tedjo - red)


No comments: