Apakah Malin Kundang benar benar Durhaka?
Hai adik adik.. jumpa lagi.... dengan kak Tedjo di sini (sambil megang pipi dengan dua telunjuk)
langsung aja yah, ada teman kamu yang ngirim pertanyaan yang bikin Kak Tedjo nggak sabar pengen jawab..
ya! pertanyaannya seperti yang di tulis di atas, yang ngirim dhik joneh dari sunter..
"kak Tedjo Soetedjo Soemaredjo..khir akhir ini saya sering melihat berbagai televisi menayangkan cerita rakyat. salah satunya Malin Kundang. dan cerita Malin Kundang ini beberapa kali dimuat dalam berbagai versi. Ada yang diperankan Desy Ratnasari -sebagai ibunya tentunya, masa jadi Malin-, ada pula yang diperankan ucok baba. Saya jadi bertanya tanya sambil ngupil, apakah benar, Malin Kundang ini anak durhaka?"
Kak Tedjo harus memutar ingatan Kak Tedjo sebentar, kak Tedjo lupa-lupa-ingat dengan teman kak Tedjo yang menulis skripsi tentang hal ini. akhirnya setelah berhasil menghubungi dia, dan sedikit berdiskusi,sampailah kak Tedjo sampai jawaban berikut..
(nada suara dibuat berat biar berkesan bijaksana)
begini, kita sama sama mengetahui, kalau Malin Kundang dikutuk menjadi batu, karena ibunya MENGIRA Malin Kundang adalah anak durhaka. Kemungkinan bahwa Malin Kundang benar benar Durhaka tidak dalpat kita pungkiri, sama halnya dengan kemungkinan kalau Malin sebenarnya tidak terlalu durhaka. ada beberapa theori nih.
1. Seperti yang kita ketahui, Malin Kundang sempat merantau untuk menjadi sukses. Nah tapi tidak pernah diceritakan apa yang terjadi di negeri rantau itu. Konon.. (jangan dibalik), paman dari kakek buyut teman saya itu pernah bercerita bahwa suatu kali dia pernah makan di sebuah rumah makan Bundo Kundang (bukan Bundo Kanduang), dimana ada seorang pria yang sering dipanggil Malin, bekerja dengan giat. Suatu kali, saat membawa piring piring di tangannya, si pemuda terpeleset oleh kuah rendang, dan terjatuh. Saat sadar ia tidak ingat apa apa lagi, kecuali namanya, dan seluruh identitas di KTPnya. Nah, teori pertama terungkap: Malin Kundang amnesia, sehingga ia tidak mengenali Bundanya.
2. Teori kedua adalah, sebenarnya Malin yang telah sukses di negeri Rantau selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ibunya di kampuang nan jauh di mato. sayangnya, kiriman itu di kirimkan dengan alamat pamannya. Nah, si paan yang tamak ini rupa rupanya tidak pernah menyampaikan kiriman ke ibunya. Saat malin pulang kampung, ia berpikir ibunya sudah cantik dengan segala perhiasan yang dibeli dari uang kirimannya. bahkan ia sempat berharap ibunya operasi plastik. Saat ada ibu ibu miskin yang menghampirinya dan mengaku ngaku dia adalah ibu kandungnya, kontan ia berpikir :"ah, orang miskin yang menginginkan hartaku!!! Aku ingin bertemu ibuku tersayang secepatnya" akhirnya diusirlah si ibu miskin yang tidak pernah mendapat titipan kiriman dari paman Malin.
begitulah, dhik joneh yang tercinta, marilah kita tidak terlalu berburuk sangka pada Malin Kundang, dan marilah para ibu ibu untuk tidak tergesa gesa mengutuk anak anak kalian..

No comments:
Post a Comment